Langsung ke konten utama

sahabat rasulullah



Sahabat Nabi Muhammad SAW yang masih hidup

“ the living sahabi “ 

Saat Sayyidatuna Khadijah ra, untuk berniaga baginda SAW berteduh di bawah pohon ini sebelum sampai kesana.

ü  Inilah pohon yang memahami cinta buat Nabinya Muhammad SAW pohon diberkati
ü  Sehingga sekarang pohon ini masih hidup lagi di Jordan. Sebab itu ia di beri nama “ the living sahabi “ yang berarti “sahabat NAbi yang masih hidup “

Sedikit sejarah mengenai pohon ini. . . 

Ketika Rasullulah SAW keluar ke Syam bersama Maisarah salah satu pekerja Siti Khadijah yang setia. Sering kali  Baginda Muhammad SAW berteduh di bawah pohon tersebut, hal yang mengagumkan seketika Nabi duduk beristirahat dahan dan ranting-ranting pohon ini bergerak menaungi Baginda SAW dari sengatan cayaha matahari. Melihat kejadian itu seorang paderi mendatangi Maisarah ( Pembantu Syaidatina Khadijah ) dan menunjukkan kepadanya pohon tempat berteduh Rasululah SAW itu dengan berkata : “ Hanya seorang nabi sahaja yang yang berteduh di bawah pohon ” pohon ini terletak di tengah padang pasir bernama Buqa’wiyyah di negeri Jordan. Dari segi geografi, ia berdekatan dengan kota Bosra di Syiria. Sebagaimana kita tahu, Rasululah SAW 2 kali tiba di Basro.

Ketika bersama paman-Nya Abi Talib sewaktu berumur 12 tahun dan bertamu dengan Rahib Buhaira dan kelihatan tanda kerasulan baginda di belakang bahu sebagaimana tercatat dalam kitab injil tentang tanda kerasulan nabi akhir zaman, untuk kedua kalinya Rasululah ke Basra membawa barang dagangannya Syaidatina Khadijah, apa yang menarik selepas dari tanah Tabuk hingga ke Basra sejauh lebih 500 km kita tidak akan berjumpa dengan pohon seumpama di atas.

>>> Lihatlah sampai hari ini ia tetap subur walaupun berada di tengah-tengah padang pasir yang kering kontang. Tiada tumbuhan hidup sepertinya. ALLAH menghidupkannya dengan kehendaknya, ALLAHU ALLAH.

Dan di dalam foto ini juga, habib umar bin hafidz seorang dari pada keturunan Rasululah SAW menziarahi pohon di mana datuknya – Rasululah SAW pernah berada di situ.

Subhanallah, indahnya ciptaan ALLAH. . .

sumber : Majalah Religi ' Islam is your life 'ed-1 15 juni 2013

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Desa Pulau Gemantung

BAB I PENDAHULUAN A.        Latar Belakang Pulau Gemantung adalah satu klan dari Suku Lampung yang berasal dari Kepaksian Sekala Borak yang telah lama bermigrasi ke dataran Sumatera Selatan tepatnyadisekitaran daerah komering pada sekitar abad ke-7 dan telah menjadi beberapa   Marga. Nama Komering diambil dari nama Way atau Sungai di dataran Sumatera Selatan yang menandai daerah kekuasaan komering. Sebagaimana juga ditulis Zawawi Kamil (Menggali Babad & Sedjarah Lampung) disebutkan dalam sajak dialek Komering: " Adat lembaga sai ti pakaisa buasal jak Belasa Kapampang, sajaman rik Tanoh Pagaruyung pemerintah Bunda Kandung, cakak di Gunung Pesagi rogoh di Sekala Borak, sanagun kok turun-temurun jak ninik puyang paija, cambai urai ti usung dilom adat pusako " . Terjemahannya berarti " Adat Lembaga yang digunakan ini berasal dari Belasa Kepampang (Nangka Bercabang), sezaman dengan Ranah Pagaruyung pemerintah Bundo Kandung di Minang Kaba...